"27th ..."


  • "27th ...", I made a dicision which change my life


Saya memutuskan untuk menikah dan dinikahi oleh pacar saya waktu itu - yg sekarang adalah suami dan ayah dari 3 anak saya. Saya merasa saat itu adalah keputusan yang sangat penting yang harus saya-kami-buat. Mengingat masa pengenalan saya dan pasangan sudah lebih dari cukup. Cukup mendasar untuk melanjutkan hubungan kami ke tingkat yang lebih mantap dan sangat serius, yakni hidup bersama seumur hidup-sepanjang hayat.

Kami pun memulai "perjuangan" menuju gerbang baru kehidupan dengan tekad membara. Pertanyaan soal keyakinan hati selalu berulang-ulang bahkan terus bergulir hingga hari pernikahan berlangsung. Seperti pasangan lainnya yang sedang menyiapkan pernikahan, kami pun tenggelam dalam "keribetan", kerepotan, ketegangan, dan kehebohan proses tersebut.

Sedianya kami ingin segera menikah bulan Juni, tapi rembugan keluarga besar minta diundur Oktober 2008. Namun akhirnya pernikahan berlangsung dengan selamat dan baik pada bulan Februari 2009. Puji syukur pada Tuhan... pernikahan itu berlangsung khidmat dan mengharukan. "I'll never forgot that moment..."

Tapi hal terpenting dari momen itu adalah dimulainya saya-kami diinisiasi menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab. Bertanggung jawab membangun dan melanjutkan keberlangsungan hidup manusiawi di dunia ini. Hidup kami bukan lagi soal kami pribadi, melainkan juga orang lain- keluarga besar, saudara, anak, masyarakat bahkan negara. Kami masuk pada hidup yang lebih kompleks..bahkan super kompleks..

Jadi, cerita dan catatan saya soal kompleksitas seorang ibu hanyalah bagian terkecil dari kompleksitas hidup yang kami pilih untuk kami jalani. Kalau sudah begini...saya hanya sempat bilang.. wwoooww..! Karena kemudian menjadi pentingkah untuk saya mengeluhkan hal-hal pribadi saya secara melankollis?? Tahu sendiri kan perasaan perempuan itu sangat peka pada hal-hal yang detil...yang terkadang tidak terpikirkan oleh orang lain terutama kaum pria..benar tidak?! Tapi disitu pulalah keahlian seorang perempuan-berkemampuan menangani perkara-perkara sedetil mungkin.. So, semua tergantung kemampuan kita para perempuan untuk me"manage" kemampuan ini menjadi hal positif atau negatif.

Yang paling mendasar...bahwa saya menyadari saya adalah seorang perempuan yang berharga. Pribadi yang diciptakan dengan keunikan yang berharga bagi kehidupan. Jadi saya pun ingin tetap menjadi kuat dan berguna bagi kehidupan itu sendiri.

-ndil-

Komentar

Postingan Populer