Dari Tumis Labu Siam Hingga Sayur Lethok

Senangnya dapat saudara dan kenalan baru. Hari sabtu yang lalu, 16 Juli 2016, kami sekeluarga berkunjung ke Dusun Gerpasang, Desa Tegalmulyo, Klaten. Tepat di bawah kaki Merapi. Ada kenalan yang kini menganggap kami menjadi saudara. Kebetulan saat ini adalah moment yang tepat untuk bersilaturahmi dengan semua warga disana.

Udara dingin pegunungan yang menyergap tak mampu menghalangi kehangatan pertemuan kami.
Senangnya saya disini, kami selalu dijamu di setiap rumah. Meski dengan menu seadanya. Mulai dari tumis labu siam, tumis daun pepaya hingga sayur lethok-sayur khas klaten. Dilengkapi dengan lauk pauk semacam telor goreng, bandeng goreng, ayam goreng hingga mie goreng pun tersedia disana. Sajian yang cukup "mewah" menurut saya..karena saya jarang menemukannya (ga ada malah) di saat hari raya. Biasanya di hari raya akrab dengan sajian rendang, opor, ataupun gulai. Disini kami menemukan sesuatu yang hommy banget. Masakan rumah yang sederhana dan sehat. Apalagi semua bahannya mereka petik sendiri dari kebunnya. So fresh banget deh.. :)

Maklum, setelah sekian lama mengkonsumsi makanan santan berlemak membuat saya kangen sesuatu yang segar dan hijau-hijau. Hehe...Lebaran oh..Lebar-an..

Hingga saatnya kami harus berpamitan,  mereka dengan senang hati memberi kami oleh-oleh hasil kebun mereka. Hadeeeh...ini nih..bukannya apa-apa..mereka ngasihnya ga tanggung-tanggung. Saya merasa seperti sedan kulakan sayur mayur untuk dijual ke pasar. Padahal kami hanyalah keluarga kecil. "Gimana cara menghabiskannya ya?", pikir saya.


Ini oleh-oleh yang saya bawa dari sana. Ada singkong, daun bawang, labu siam, cabe rawit, cabe hijau dan beberapa penganan kecil.

Pada saat itulah saya merasa "kaya". Kaya akan persaudaraan yang tulus.

Salam
JabatErat

Komentar

Postingan Populer