Hari Kemerdekaan Indonesia yang Indonesia Banget


Meski mulai banyak yang mempertanyakan apa makna perayaan tujuh belas agustus, hari kemerdekaan RI, bagi saya tetap menjadi momen yang penuh kesan setiap tahunnya. Pemaknaan hari kemerdekaan itu bisa banyak versi dan banyak sudut pandang. 

Apa pun itu, bagi saya hari kemerdekaan itu berarti lomba panjat pinang, lomba makan kerupuk, balap karung, atau lomba memasukkan belut ke dalam botol. Anak saya paling suka lomba menghias sepeda, karena dia sangat suka main sepeda..apalagi sepeda yang baru saja dibelikan ayahnya. Kalau yang sudah emak-emak seperti saya ini, favoritnya adalah jalan sehat, lomba joget atau lomba menyanyikan lagu PKK atau lagu perjuangan. Sangat menghibur dan penuh rasa kekeluargaan. Bahkan ayah saya yang sudah tua pun masih bersemangat ikut lomba masak bapak-bapak. Hihi...keren pokoknya. 

Saya bersyukur masih bisa mengalami semua peristiwa itu. Meski acara-acara demikian kadang dianggap sekedar seremonial yang dangkal, tapi momen ini sangat membekas pada memori saya hingga sekarang. 

Saya bersyukur, karena momen ini menjadi momen yang paling mudah diingat oleh anak-anak saya bahwa tanggal itu adalah tanggal kelahiran bangsa Indonesia. Terkadang pemahaman yang sederhana soal kemerdekaan masih tetap perlu dilestarikan di jaman yang kata orang sudah mengglobal ini. Dimana generasinya sudah lebih melek internet dan lebih individual. Bukan tidak mungkin, nilai sosial, kekeluargaan dan kemasyarakatan itu didapatkan oleh generasi "individualisme" dari perayaan tujuh belasan.
Saya bersyukur...

Asal tahu saja, mungkin hanya di Indonesia saja yang selalu dengan sangat meriah merayakan hari kemerdekaannya. Yang bendera dan umbul-umbul warna-warninya selalu menghiasi jalan-jalan di kota dan di kampung-kampung di seluruh Indonesia. Yang teks proklamasinya selalu dibacakan setiap tahun hingga kami warga negaranya bisa menghapalnya di luar kepala. Meski ironi pelajaran sejarah sudah dihilangkan dari kurikulum pendidikan Indonesia.

Saya bersyukur, karena momen ini selalu mengingatkan saya pada kebhinekaan Indonesia yang tunggal ika. Mengingatkan saya bahwa kita punya Pancasila sebagai dasar negara. Mengingatkan bahwa perjuangan melawan penjajah menjadi tonggak semangat memajukan Indonesia hingga ke tingkat dunia saat ini. Menyadarkan saya akan kekayaan alam, ragam budaya dan adat istiadat yang sangat dikagumi dunia. Yang membuat saya selalu terharu mendengar nasionalisme justru begitu kental terasa di luar Indonesia dibandingkan di negara sendiri.

Saya bersyukur dan bangga. 
Inilah Indonesiaku..

17 Agustus 2016


Komentar

  1. Meski ironi pelajaran sejarah sudah dihilangkan dari kurikulum pendidikan Indonesia.
    ... **ini serius mbak? dihilangkan? sejak kapaannn?

    BalasHapus
  2. Ga begitu tau saya pastinya kapan. Tapi sudah lama ga ada pelajaran sejarah lagi kan?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer