Anak Tangga Impianku Itu Bernama Guru

Masih dalam rangka peringatan Hari GURU, tulisan ini mencoba merekam dan mengeja makna peran seorang guru. Jika boleh mengambil gambaran, guru itu laksana anak tangga yang mengantarku mencapai impian. Setiap tingkatan kelas yang akui lalui adalah pijakan-pijakan awal dari mimpi-mimpi besarku. Tidak ada kata-kata yang tepat selain TERIMA KASIH untuk semua yang telah dilakukan oleh seorang guru padaku.



Mereka mengemban tugas besar dalam sistematika alam semesta. Tanggung jawabnya tidak berhenti hanya pada hasil yang kasat mata, melainkan terlebih pada proses peradaban manusia di dunia. Mereka adalah tangan-tangan Tuhan yang fana, yang memastikan setiap individu ciptaan-Nya bermakna. 

Makanya, aku sangat hancur hati ketika mendengar berita dari sebagian kecil para "empu" ini mengkhianati amanahnya, menghancurkan benih masa depan. Mengejutkan kesadaranku bahwa mereka juga adalah manusia biasa.

Lepas dari itu semua, kini aku hanya ingin melihat satu titik terang saja di depan sana. GURU jasamu tiada tara. Mampukan aku menjadi guru juga bagi pelita kecilku. Mampukan aku membuka cakrawala yang luas tanpa batas. Tuhanlah yang menyertai setiap langkahmu. Tuhanlah yang mengiringi semangat pengorbananmu. Hingga mimpimu terwujud, melihat kami bisa terbang lebih tinggi darimu.

Terima kasih, GURU

Klaten..
Hari Guru, 25 November 2016

-ndil-


Komentar

Postingan Populer