Ujilah Impian Anda

Di penghujung tahun biasanya orang sudah sibuk dengan membuat resolusi, rencana, dan strategi apa yang akan mereka lakukan di tahun berikutnya. Intinya, setiap tahun, mereka memiliki impian. Baik itu impian baru maupun melajutkan mimpi sebelumnya, dan nasarnya adalah untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya, menjadi lebih baik lagi di waktu-waktu mendatang.


Hasil gambar untuk impian
sumber : www.amhardinspire.com

Saya sepakat soal ini, manusia itu bertumbuh. Tentu saja harus semakin bertumbuh ke arah kebaikan. Apa impianmu di tahun 2017? Ada target yang ingin kamu capai? Atau kamu punya strategi baru yang peru segera dilaksanakan tahun 2017 nanti? Setidaknya, ini menjadi pertanyaan buat saya pribadi. Lepas dari peran lifetime saya sebagai ibu rumah tangga yang tidak bekerja, saya pun mempunyai impian dan cita-cita personal. Bersyukurnya saya, di saat yang tepat saya mendapatkan buku John C. Maxwell yang membahas tentang IMPIAN. Hehe.. maaf kalo sedikit promosi, tapi bukan itu tujuan saya.

John Maxwell menyadarkan saya akan satu hal, bahwa saya tidak penah berpikir saya harus menguji impian saya. Yang saya lakukan yaa..setiap tahun saya menetapkan impian baru, target baru, resolusi baru dan prakteknya mengalir begitu saja tanpa ada ketentuan dan aturan tertentu yang harus saya ikuti. Bisa ditebak, yang sering terjadi justru setiap tahun resolusi saya ga maju-maju, masih berkutat dengan hal yang sama yang saya INGIN lakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

Menarik sekali membaca buku karangan John Maxwell ini. Ada sepuluh pertanyaan yang menolong saya melihat dengan jelas apa IMPIAN saya dan bagaimana saya bisa meraihnya. Pertanyaan-pertanyaan itu antara lain :

-        Apakah Impian Saya Benar-Benar Impian Saya?

-        Apakah Saya Melihat Impian Saya dengan Jelas?

-       Apakah Saya Bergantung pada Faktor-Faktor di Dalam Kendali Saya untuk Meraih Impian Saya?

-        Apakah Impian Saya Memaksa Saya untuk Mengikutinya?

-        Apakah Saya Mempunyai Strategi untuk Mencapai Impian Saya?

-     Apakah Saya Menyertakan Orang-Orang yang Saya Butuhkan untuk Mewujudkan Impian Saya?

-        Apakah Saya Bersedia untuk Membayar Harga bagi Impian Saya?

-        Apakah Saya Melangkah Lebih Dekat pada Impian Saya?

-        Apakah Bekerja ke Arah Impian Saya Membawa Kepuasan?

-        Apakah Impian Saya Bermanfaat Bagi Orang Lain?

Saya rasa siapa pun akan merasa setuju dengan pertanyaan-pertanyaan itu, membuat kita untuk menganggukkan kepala berkali-kali.

Hasil gambar untuk impian
source : www.immanuelbookstore.co.id

Lalu, mau tidak mau nasib impian saya juga perlu melewati ujian semacam ini. Tahukah Anda, apa yang saya rasakan setelahnya? Saya jadi semakin mantap untuk fokus pada satu impian. Pada satu tujuan yang benar-benar ingin saya raih di tahun 2017. Asal tahu saja, kebiasaan multitasking saya sebagai ibu rumah tangga sudah sekian lama menyabotase kemampuan saya untuk bisa fokus pada satu hal. Bukan sesuatu yang buruk memang, hanya menjadi tidak seimbang. Jadi disinilah saya, menyiapkan diri saya untuk lebih fokus. Mereparasi hati, impian, dan komitmen saya. Semoga Anda juga menemukan apa yang sebenarnya Anda cari di masa depan.

Salam Hangat,

-ndil-

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer