Antara Agnes Monica dan Saya

Heem.. jelas beda banget kalee ya ^^ hihi..
Tapi yang pasti saya buka fans beratnya Agnes Mo. Hanya pengagum dan penikmat saja.

Saya suka Agnes Mo karena prestasinya dan terutama because of she is a very tough woman. Meski umurnya terpaut 5 tahun lebih muda dari saya, karakternya sangat kuat. Bikin gatal untuk
nulis soal ini ^^

Agnes Mo adalah sosok keberhasilan didikan dan bentukan dari orangtuanya. Sosok yang disiplin, tangguh, bermimpi besar, dan pekerja keras. Teringat sosok Agnes masih kecil saat pertama kali dia tampil nyanyi bareng Eza Yayang. Hadeeeh...jaman baheula tuh hahaha...
Gigi kelincinya besar, percaya diri yang juga besar membuat penampilan Agnes mudah menarik perhatian, dan tentu saja saya sangat suka. Jarang ada artis anak (pada saat itu) yang punya aura bintang memancar deras seperti Agnes.

Waktu berlalu, kini Agnes berhasil jadi mega bintang dan dia sangat berkomitmen akan hal itu. That is her life. 

So, apa hubungannya sama saya?

Enggak ada..hehe ^^ Well, gini, saya tuh suka sama cara berpikir perempuan ini. Dia tahu apa yang dia mau sedari muda. You know what? Gak semua orang berpikir kayak gini. Termasuk saya. Sekolah dari SD sampe SMP, selalu berprestasi. Lanjut SMA dan kuliah, akhirnya kerja. Semua saya lalui dengan biasa aja. Nilai juga gak jelek-jelek amat. Yaah..normatif bangetlah.

Tapi semua berubah ketika saya menikah dan jadi seorang ibu. Tiba-tiba tersadar.. Apa tujuan hidup saya sebenarnya? Apa yang bener-bener saya pengenin di dunia ini? Apa yang pengen saya kejar dan wujudkan? Secara sekarang sudah ada anak yang perlu saya persiapkan baik-baik menjalani dunianya. Aneh memang. Kenapa baru sekarang tersadar.

Mungkin sebelumnya sudah pernah terpikirkan, tapi tidak secara serius menyadari bahwa hal itu penting. Hanya karena ada buah hati sajalah yang membuat saya berpikir keras untuk itu. Hanya untuk anak-anak sajalah saya mulai merunut sulur-sulur tujuan hidup ini. Merekalah yang membuat saya harus belajar tentang psikologi dan pengembangan diri. Semua untuk benar-benar mempersiapkan tiga bintang kecilku bersinar di langitnya nanti.

Sambil belajar untuk anak-anak, ternyata saya juga menemukan banyak ilmu untuk diri sendiri. Saya juga belajar memperbaiki diri. Termotivasi untuk juga menemukan apa tujuan hidupku sendiri. Dengan semakin mengenal diri sendiri, maka saya pikir akan terasa lebih mudah untuk mentransfernya ke anak-anak.

Jadi, begitulah awal kekaguman saya yang makin bertambah pada Agnes Mo. Kagum pada kedewasaan yang ditunjukkannya. Yang kadang-kadang menyentil level kedewasaan saya haha...
Melihat Agnes Mo, meyakinkan saya bahwa perempuan itu lembut sekaligus kuat. Meyakinkan saya bahwa perempuan berhak mewujudkan mimpi-mimpinya.

Saya pun banyak mengalami kehilangan. Kehilangan rasa enggak pe-de, rasa minder, rasa menyalahkan keadaan, perasaan menerima nasib apa adanya. Karena saya tahu kita bisa menentukan nasib kita sendiri. Nah, sekarang what next? Sambil terus belajar dan memperbaiki diri, sekarang saya tahu harus kemana ;)

Salam hangat,
-ndil-





Komentar

Postingan Populer