Minggu, 05 November 2017

Sukses Berbisnis Properti dengan Modal 20 Juta

Ketika anaknya lahir, ibu rumah tangga ini berpikir untuk memberikan rumah tinggal yang lebih baik bagi buah hati dan suaminya. Sayang, tabungan mereka saat itu tidak cukup untuk membeli rumah lewat KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Jangankan untuk membeli rumah, untuk membayar DP rumah saja tidak cukup. Tetapi justru dari sinilah perjuangannya membangun bisnis properti dimulai. Hanya dengan modal 20 juta, Sariningsih berhasil merajut impiannya untuk bebas finansial melalui bisnis properti.

sumber : fb sari ningsing


Perjuangan yang Tidak Disengaja

Setelah menikah di tahun 2012, Sari Ningsih sempat tinggal dalam rumah kontrakan selama dua tahun dan belum berpikir untuk memiliki rumah sendiri saat itu. Tetapi ketika anak pertamanya lahir, barulah ia berpikir untuk memiliki rumah yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan buah hati.

"Saat anak saya, Dastan lahir, mulai terpikir untuk mempunyai rumah. Saya ingin Dastan tinggal di rumah yang lebih lega. Saat itu yang terpikir adalah mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di sekitar Pondok Aren. Tetapi begitu melihat harga rumah, ternyata untuk DP saja tabungan kami belum cukup". Demikian yang diceritakan Sariningsih dalam buku perdananya, Perempuan Bisa Bisnis Properti.

Maka dimulailah perjalanannya membangun bisnis properti. Dengan modal tabungan sebesar Rp 20 juta, Sariningsih membelanjakan uangnya untuk membeli tanah seluas 120 meter persegi di daerah Serpong, Tangerang Selatan. Rencananya, di tanah itu akan dibangun empat rumah petak. Meski tanah tersebut sempat dianggurkan selama satu tahun, pergerakan harga tanah yang terus naik, mendorong Sariningsih dan suaminya untuk mengumpulkan modal tambahan hingga Rp 30 juta untuk biaya pembangunan rumah petak pertamanya. Bahkan ibu satu anak ini rela menjual emas kawinnya untuk biaya tambahan pembangunan.

Hanya berselang satu bulan setelah proses pembangunan, rumah petak pertamanya yang bertipe 21 itu laku terjual dengan harga Rp 55 juta. Uang itu diputar kembali untuk untuk membangun dua rumah petak lainnya. Dalam waktu singkat, kedua rumah itu pun laku terjual, hingga ia dan suaminya bisa mengantongi uang Rp 125 juta dari hasil penjualan tersebut.

Uang itu terus diputarnya menjadi modal untuk membangun rumah selanjutnya. Dia pun kembali berburu lahan untuk dibangun rumah. Kali ini Sariningsih mulai merambah kawasan Bintaro, dan bisnis propertinya pun mulai berkembang satu demi satu.

Pengalaman dan pergulatannya dalam bisnis jual beli properti inilah akhirnya memberi keyakinan pada Sariningsih bahwa membeli rumah tidak harus selalu melalui KPR. Kita bisa membeli rumah cash tanpa KPR. Semangat inilah yang membawanya membentuk komunitas properti Beli Rumah Tanpa KPR. Tujuannya agar lebih banyak orang yang belajar berbisnis properti tanpa takut tidak memiliki modal yang besar, dan tentu saja perempuan juga sangat bisa terjun sebagai pebisnis properti yang handal.


6 komentar:

  1. Kereeeen ... modal 20juta bisa bisnis properti.

    BalasHapus
  2. Hebat paham banget dunia properti yaa

    BalasHapus
  3. Wah takjub juga. Uang 20 juta bisa untuk mulai bisnis properti ya. Padahal, biasanya kita mikirnya bisnis properti itu harua punya em-em an atau minimal ratusan juta.

    BalasHapus
  4. Hebatnya dengan 20 juta bisa bisnis properti

    BalasHapus
  5. Butuh tekat dan keberanian untuk meniru sosok Mbak Sri Ningsih ini, karena bisnis properti cenderung masih awam bagi perempuan.

    BalasHapus