Lost in Resolution

Tepat di hari pertama tahun 2018, saya memantapkan diri untuk menerapkan resolusi-resolusi yang sudah saya buat di akhir tahun 2017 kemaren.

Seperti umumnya resolusi, isinya adalah harapan-harapan baik di tahun berikutnya. Berharap terjadi perbaikan dan peningkatan kesempurnaan diri. Otak saya pun penuh dengan rencana-rencana baru yang saya yakini lebih canggih dibandingkan yang sudah saya lakukan di tahun 2017.

Meski demikian, saya merasa penuh syukur atas segala pencapaian di 2017. Hal ini membuat saya yakin untuk melangkah lagi ke tingkat yang lebih baik di 2018.



Simple Life

Hal menarik yang justru saya dapati di akhir tahun 2017 adalah inspirasi untuk memiliki hidup yang lebih simpel (sederhana). 

Ya..saya menyadari hidup saya menjelang akhir tahun 2017 sudah mulai cukup sesak dengan berbagai informasi, ambisi dan keinginan-keinginan saya. Saya memang punya tujuan yang ingin saya raih. Masalahnya, saya sering tidak disiplin untuk fokus pada tujuan. Alhasil, banyak tujuan-tujuan yang belum/tidak penting ikut masuk to do list.

Macam emak-emak yang belanja di supermarket lah..hehe. Enggak bawa catatan khusus daftar belanjaan. Jadinya malah belanja barang-barang yang enggak penting. Sementara barang yang paling penting malah lupa dibeli. Heeem...lupa apa doyaaan..hahaha.

Lost in Resolution

Begitulah..akhirnya saya jadi overload. Makanya saya mulai buat resolusi yang tepat untuk mengatasinya.

Tapi saya lupa bahwa resolusi yang baik seharusnya cukup satu dan fokus.

Karena sudah terlanjur ambil banyak fokus, maka saya berusaha untuk menyelesaikannya. Rasanya semua hal di sekitar saya mendadak terasa penting untuk tidak dilewatkan.

Lagi-lagi, saya belum bisa memilah -milah level prioritasnya. Itulah yang membuat saya disorientasi dan tersesat. Yes, I lost in resolution.



Imperfect Beauty

Sungguh, rasa terima kasih yang besar saya ucapkan buat sahabat yang telah menginpirasi saya untuk menuliskannya kembali.

Kadang, kita tidak perlu menunggu untuk jadi sempurna agar akhir tahun ini bisa kita tutup dengan penuh kebanggaan. Cukuplah dengan merasakan kepuasan batin dan kebahagiaan diri sendiri, tahun 2017 bisa kita tutup dengan sempurna.

"Cantik tidak harus sempurna.."
"Setangkai bunga yang kehilangan satu kelopaknya, tetaplah memancarkan kecantikan bunga".

Untuk itu, saya beranikan diri memangkas beberapa resolusi dari daftar yang ada. Hingga hanya meninggalkan dua resolusi saja.

Ya..saya beranikan diri saya untuk fokus dan membersihkan diri dari semua hal-hal yang mengaburkan tujuan.



Dan saya akan mulai mengayunkan kembali langkah-langkah kecil saya di tahun 2018.

Lebih simpel
Lebih fokus
dan 
Lebih berdaya..

Welcome 2018

-dianike-

Komentar

  1. Semoga di tahun baru ini bisa bikin skala prioritas supaya bisa lebih fokus ya Mbak :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer