Lebih Produktif di Pagi Hari

Image by Karolina Gabrowska Pixabay pict.


Melakukan pekerjaan rumah tangga itu tidak akan ada habisnya. Apalagi jika memiliki anak-anak yang masih kecil. Semua masih memerlukan perhatian penuh dari orang tua khususnya sang ibu.

Dulu, bangun pagi seperti “siksaan” yang tidak ingin saya lalui. Sudah kebayang seabrek pekerjaan rumah tangga selama satu hari penuh, menyapu, ngepel, masak, mencuci, setrika.. nyapu lagi, cuci-cuci, beres-beres, masak, setrika lagi. Heeem...meski saya sudah sangat handal melakukan semuanya, tapi rutinitas semacam itu membuat saya bosan. Bahkan karena seringkali ada yang ditunda, beberapa pekerjaan rumah jadi menumpuk dan harus saya rapel sehari penuh. Astaga capek banget...

Jadi bisa dibayangkan situasi seperti itu jadi memori bawah sadar yang enggak menyenangkan.
Pengeeen...banget semuanya bisa terkendali dengan baik. Meski banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, saya pengen semua bisa dikerjakan dengan hati yang ringan.

Bersyukur saya menemukan ilmu yang bermanfaat banget untuk bisa mengelola kesibukan saya.

Mulai membentuk rutinitas pagi yang produktif

Apa yang kamu inginkan ketika kamu bangun pagi? Tentu hari-hari yang lancar dan menyenangkan bukan? Pekerjaan selesai, semua terkendali dan tentu berharap masih punya waktu untuk me time.

Oke, saya baru tahu dan menyadari bahwa pagi hari adalah waktu yang sangat berharga untuk produktivitas kita. Dia adalah sumberdaya berharga yang perlu kita kelola dengan baik. 

Di pagi hari, energi fisik dan mental kita berada dipuncaknya. Dua jam setelah bangun adalah waktu istimewa. Maka, penting sekali menggunakan kekuatannya untuk membantu kita mewujudkan hal-hal yang kita inginkan dalam hidup. Sangat banget kan kalau kita menghabiskan waktu istimewa ini untuk melakukan hal-hal yang justru menguras energi.

Setidaknya ada tiga hal yang bisa kita sisipkan dalam rutinitas pagi kita agar lebih produktif

Pertama, mengasah gergaji

Kedua, merencanakan hari

Ketiga, melakukan aktivitas kunci

Mengasah gergaji adalah istilah yang diciptakan Stephen Covey. Maksudnya adalah aktivitas untuk mengasah sumber daya yang kita miliki dalam diri ini, seperti spiritual, intelektual, emosional, dan fisikal. Dengan demikian keempat hal ini menjadi tajam dan "siap digunakan."

Apa yang dapat kita lakukan untuk mengasah keempat hal ini? Ada banyak pilihan, bisa dipilih satu aktivitas yang paling pas dengan diri kita masing-masing.
Beberapa contoh yang bisa kita pilih diantaranya :


  • Spiritual - berbagai aktivitas mengolah jiwa : beribadah, berdoa, dzikir pagi, meditasi.
  • Intelektual - berbagai aktivitas mengolah pikiran : membaca buku, menulis jurnal, mendengarkan audio pengembangan diri.
  • Emosional - berbagai aktivitas mengolah rasa : meditasi mindfulness, memeluk istri/suami, berbincang dengan anak-anak.
  • Fisikal - berbagai aktivitas mengolah raga : 7 minute work out, yoga, pilates, jogging, berlatih jurus bela diri.
Sebagai contoh, Hal Elrod (penulis buku The Miracle Morning) menyarankan rutinitas pagi sebagai berikut : S.A.V.E.R.S

1. Silence - diam. Melakukan meditasi untuk menenangkan pikiran.
2. Affirmation - mengucapkan kalimat afirmasi
3. Visualization - membayangkan kehidupan yang Anda inginkan
4. Exercise - berolahraga
5. Reading - membaca buku
6. Scribing - menuliskan apapun yang terlintas di dalam pikiran

Ingin tahu lebih lanjut, bisa kunjungi websitenya disini.

Sampai hari ini saya masih mengikuti strategi dari Stephen Covey. Masing-masing elemen kurang lebih mendapat waktu 1 menit hingga 5 menit setiap harinya. Bahkan bisa juga lebih. Tergantung kebutuhan saya untuk melakukannya secara terfokus.

Salam

Ike/selfdevelopment




Komentar

Postingan Populer