Mengenal Self Talk



Sebelum banyak mengikuti kelas-kelas pengembangan diri, saya belum tahu apa itu self talk. Baru tiga tahun belakangan ini saya mengenal tentang self talk.

Sependek pemahaman saya, self talk ini adalah proses berdialog dengan diri sendiri. Dialog antara pikiran kita dan diri kita, apa yang sedang kita pikirkan dan rasakan.

Proses self talk sebenarnya sudah sering kita lakukan setiap hari. Hanya saja kita tidak menyadarinya bahwa itulah yang dinamakan self talk.

Dalam dunia self development, self talk ini dapat dipelajari dan dimanfaatkan untuk meningkatkan proses pengembangan pribadi kita dengan lebih positif.

Self talk membantu saya menemukan diri saya kembali. Dengan mengelola self talk saya kembali mempelajari dunia saya dari dalam. Mencoba memahami pikiran saya, perasaan saya dan lingkungan di sekitar saya.

Siapa saya? Apa peran saya di dunia ini? Mengapa saya memilih jalan hidup saat ini? Apa yang hendak saya capai dalam hidup ini? Dan bagaimana saya bisa bermanfaat bagi orang lain di dunia ini?

Kurang lebih itulah beberapa pertanyaan yang saya ajukan ketika saya mulai belajar mengelola self talk.

Dunia di luar diri kita ini tanpa kita sadari sudah merenggut kemerdekaan diri kita. Kita kehilangan kendali atas diri kita tanpa bisa kita cegah. Dan sayangnya, besarnya ego manusia kita menambah keterperangkapan kita di dunia yang asing. Hanya karena kita tidak ingin dipandang jelek, dianggap tidak baik atau nyeleneh karena berbeda dengan yang lain. Kita senang dianggap sempurna, baik dan pintar.

Misalnya saja saya ingin menjadi ibu yang baik dan sempurna untuk anak-anak dan keluarga saya. Padahal tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Semua pasti pernah melakukan kesalahan atau mengalami kegagalan. Tapi ego menjadi sempurna adalah bingkai pikiran sadar saya yang terbentuk karena proses pengaruh lingkungan.

Menjadi istri itu harus “manut” (nurut) sama suami, istri itu ya harus bisa masak, bersih-bersih rumah, beres-beres. Kalau rumahnya bersih berarti kamu istri yang rajin dan baik. Menjadi ibu itu harus pinter mendidik anak-anak. Kalau anak-anaknya pinter dan sehat, berarti kamu itu ibu yang baik dan pinter. Anak-anak itu harus dikasih ASI, dikasih makan yang banyak sayur, buah, bla bla bla...

Sering mendengarnya kan? Paling tidak kita pasti sudah akrab dengan kalimat-kalimat itu. Ya, setiap orang merasa berhak menyuruh kita melakukan ini dan itu. Merasa benar karena mereka juga mengikuti saran dari orang lain seperti orang tua mereka.

Well, saya bukan ingin mencari kesalahannya dimana, namun sebagai manusia kita memiliki otonomi atas diri kita pribadi. Jangan biarkan orang lain mengatur dan mempengaruhi kita menjadi seperti yang mereka inginkan. Tetapi, berusahalah menjadi diri kita sendiri seperti yang kita inginkan.


Dengan belajar self talk, saya menemukan apa yang saya cari..

Salam

Komentar

Postingan Populer