Menyiasati Anggaran Bulanan Rumah Tangga


Pernah mengalami kecelakaan finansial? Atau bahkan sering? Yang saya maksud kecelakaan finansial disini adalah jumlah pengeluaran yang tidak sebanding dengan pemasukan. Misalnya saja, jatah gaji suami per bulan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga tahu-tahu sudah habis di tengah bulan. Akhirnya kita sendiri yang kelimpungan bagaimana memenuhi kebutuhan sisa bulan. Contoh yang lain, ibu-ibu yang juga punya usaha jualan merasa punya untung tapi kok enggak ada uang di tangan.  Semuanya seperti amblas saja impas saja enggak ada uang yang kepegang.

Menurut saya, kekurangan uang di akhir bulan sebenarnya bukan tergantung dari berapa jumlah uang yang kita miliki setiap bulannya. Uang sejuta dengan uang lima juta per bulan akan sama saja nasibnya kalau kita enggak bisa mengaturnya dengan baik.

Terus, caranya gimana dong biar ember keuangan kita enggak bocor disana-sini.

1.     Wajib punya tabungan
Dapat uang banyak atau sedikit dari suami, setidaknya kita harus bisa menyisihkan sedikit untuk ditabung. Sekurang-kurangnya 10% dari jumlah uang bulanan yang kita terima. Misalnya uang satu juta per bulan, kita sisihkan Rp. 100.000 untuk ditabung setiap bulan. Syukur-syukur ada tambahan dari sisa uang belanja, bisa dimasukkan juga ke tabungan.

2.     Gaya hidup
Gaya hidup juga mempengaruhi gaya pengeluaran kita loh. Nah, disini nih, kita para perempuan harus pandai-pandai mendisiplinkan diri. Meski gaya hidup itu terserah pilihan masing-masing orang, ada baiknya kita menerapkan prinsip kesederhanaan dalam hidup. Caranya gimana? Utamakan kebutuhan bukan keinginan.
Kalau kebutuhan sudah benar-benar terpenuhi, baru kita bisa membelanjakan uang kita untuk memenuhi keinginan kita.

3.     Membuat catatan
Malas membuat catatan keuangan. Ini juga yang seringkali dihindari, malas mencatat pemasukan dan pengeluaran kita. Mungkin ada yang berpikir mencatat keuangan itu susah, harus seperti akuntan-akuntan keuangan yang pakai tabel-tabel itu. Akhirnya ditunda-tunda deh bikin catatan keuangannya. Meski sebenarnya diri kita sendiri sadar bahwa mencatat keuangan punya banyak manfaat positif.

Oke, lupakan tabel keuangan, mari kita mulai saja dengan yang paling sederhana. Tuliskan pemasukan kita bulan ini berapa. Lalu di bawahnya kita tulis pengeluaran kita bulan ini berapa. Pengeluaran perlu ditulis secara rinci ya, kalau perlu uang parkir dan uang bensin juga harus dimasukkan dalam catatan pengeluaran. Setelah itu kita total semua dan lihat berapa saldo yang ada. Apakah minus atau plus?

Supaya kita tidak belanja di luar budget yang sudah kita anggarkan, biasakan untuk membuat catatan belanja sebelum berangkat ke mall atau supermarket. Tentukan barang-barang apa saja yang perlu dibeli dan barang-barang yang masih bisa ditunda untuk dibeli. Kalaupun masih pengen lirik-lirik beli barang diskonan, selalu tanyakan ke diri sendiri apakah kita benar-benar membutuhkannya saat ini atau tidak? Apakah bisa ditunda belinya? Apakah masih punya barang serupa di rumah dan belum habis masa pakainya? Apakah bisa diganti dengan barang sejenis yang lebih murah?

Trust me, trik ini bisa meminimalisir rasa bersalah kita setelah sampai di rumah hehe...

4.     Cari tambahan penghasilan
Nah, saya yakin topik ini adalah topik yang paling disuka sama ibu-ibu rumah tangga J
Baiklah, jika anda ingin mencari tambahan penghasilan, perhatikan beberapa hal berikut ini :
·       Sesuaikan dengan budget modal yang kita punya
   Banyak yang bilang modal uang bukanlah hal yang utama untuk memulai bisnis. Tapi menjalankan bisnis memerlukan uang sebagai modal usaha. Hehe..
     Jadi sesuaikan saja kemampuan modal yang kita miliki dengan bisnis yang mau kita jalankan. Pilih bisnis yang tidak terlalu memerlukan investasi besar, namun memiliki prospek perkembangan bisnis yang bagus.

·       Pertimbangkan manajemen waktu yang kita miliki
      Bagi ibu rumah tangga yang tidak bekerja di luar rumah, memiliki usaha sendiri tentu memerlukan proses adaptasi yang mungkin butuh effort/daya juang lebih tinggi dibanding mereka yang punya aktivitas kerja kantoran. Karena ibu rumah tangga perlu menata ulang kembali manajemen waktu hariannya. Yang seharian mungkin hanya fokus mengurusi urusan domestik, kini perlu meluangkan waktu untuk membangun bisnisnya sendiri.

·       Pertimbangkan kemampuan apa saja yang sudah kita miliki untuk memulai usaha
   Usaha sendiri bisa dimulai dari mengembangkan hobi yang kita miliki, seperti memasak, berkebun, membuat kerajinan tangan, menulis, melukis, dll. Bisa juga mengembangkan keterampilan alami yang dimiliki seorang ibu, yaitu mendidik. Kita bisa menjadi tutor bahasa inggris, tutor mata pelajaran, atau membuka kursus keterampilan.

·       Pikirkan kira-kira ilmu apa yang perlu kita pelajari untuk mendukung usaha yang akan kita lakukan. Pelajari dan praktekkan!
     Jika sudah punya pilihan bisnis, kita perlu meningkatkan kapabilitas diri kita dengan menambah ilmu-ilmu yang sesuai dengan bisnis yang sedang dijalankan. Ingat, perubahan adalah kunci untuk sukses dan tetap eksis.

5.     Sedekah
Terakhir namun juga penting banget adalah jangan lupa untuk menyisihkan sebagian uang kita untuk bersedekah. Karena bersedekah mendekatkan rejeki langit pada kita.

Ike/tips

Komentar

Postingan Populer